Parade Kepedulian di Atas Bencana 3 Provinsi

Gambar Hanya Pemanis

Banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat baru-baru ini menyajikan sebuah fenomena yang menarik sekaligus memprihatinkan. Di tengah deru air bah dan tangisan warga, panggung kepedulian seolah-olah dipenuhi oleh para "pemain utama". Anggota DPR RI berbondong-bondong turun lapangan, para Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal partai yang kebetulan menjabat menteri tak ketinggalan ikut menyemarakkan suasana. Kamera-kamera sigap mengabadikan setiap momen, seolah berlomba menunjukkan siapa yang paling peduli.

Mereka datang dengan rompi bertuliskan identitas partai atau jabatan, memberikan bantuan logistik, dan tak lupa menyampaikan orasi penyemangat. Media massa pun tak luput dari hiruk pikuk ini, memberitakan kunjungan dan janji-janji yang mengalir deras. Namun, di balik riuhnya "parade kepedulian" ini, ada sebuah pertanyaan besar yang menggantung: di mana para relawan Jokowi yang militan? Di mana pula ormas-ormas yang selama ini lantang mengklaim diri paling NKRI?

Di saat musibah melanda, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat justru adalah mereka yang bergerak tanpa pamrih, tanpa embel-embel politik. Relawan-relawan sejati, yang tulus mengulurkan tangan tanpa perlu sorotan kamera. Namun, pemandangan di lokasi bencana menunjukkan sebaliknya. Seolah-olah, bencana ini menjadi ajang "foto bersama" bagi para pejabat publik, sementara kekuatan riil di lapangan yang seharusnya menopang, justru seperti lenyap ditelan air bah.

Mungkin, para relawan dan ormas tersebut sedang sibuk merumuskan strategi lain atau mungkin juga, prioritas mereka memang bukan di sini. Entahlah. Yang jelas ketika panggung dipenuhi oleh para "bintang", rakyat di bawah sana masih berjuang sendirian, menanti uluran tangan yang tulus, bukan sekadar janji dan pose. Semoga saja, dibalik gemerlap kunjungan para pejabat, ada setitik harapan nyata bagi para korban yang membutuhkan. Atau jangan-jangan, mereka sedang menunggu bencana yang lebih "strategis" untuk menunjukkan eksistensi ? [ir/251225]


 

Posting Komentar

0 Komentar