Padamu Negeri, Air Mata Rakyat

Gambar hasil ilustrasi AI

Di tengah kelakuan sebagian penguasa yang semakin nir-empati terhadap rakyatnya sendiri, terasa ironis melihat mereka berpesta pora, sementara rakyat justru dijepit dari berbagai arah, pajak yang semakin beragam, aturan yang semakin rumit, serta berbagai izin usaha yang kadang terasa tidak masuk akal.

Bahkan pengasong pun diminta mengurus izin usaha, seolah-olah mereka adalah perusahaan besar yang memiliki omzet melimpah. Padahal, penghasilan mereka saja sering kali belum cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Mereka bukan sedang mengejar keuntungan besar; mereka hanya sedang berjuang agar dapur tetap mengepul.

Dalam kondisi seperti ini, setiap kali saya mendengarkan lagu nasional “Padamu Negeri”, hati saya terasa bergetar. Merinding. Bahkan terkadang tanpa sadar air mata menetes.

Bukan karena liriknya indah semata, tetapi karena maknanya terasa semakin dalam ketika melihat kenyataan negeri hari ini:

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami

Lagu itu seolah bertanya kepada kita “siapa yang sebenarnya sedang mengabdi kepada negeri, dan siapa yang sedang menikmati negeri? “

Rakyat telah berjanji, berbakti, bahkan memberikan jiwa dan raganya untuk negeri. Mereka membayar pajak, bekerja, berdagang, bertani, menjadi buruh, menjadi pengasong dan terus bertahan di tengah kehidupan yang semakin berat.

Maka jangan sampai negeri hanya meminta rakyat untuk berkorban, tetapi lupa bahwa kekuasaan seharusnya hadir untuk melindungi dan melayani.

Sebab “Padamu Negeri” bukan sekadar lagu yang dinyanyikan saat upacara. Bagi rakyat kecil, mungkin ia adalah doa, harapan, sekaligus pengingat bahwa negeri ini seharusnya menjadi rumah bagi semua bukan hanya tempat nyaman bagi mereka yang sedang berkuasa.

Dan mungkin itulah sebabnya saya meneteskan air mata setiap mendengarnya.

Bukan karena saya tidak cinta negeri ini. Justru karena terlalu cinta, sehingga terasa sakit ketika melihat negeri yang dicintai semakin jauh dari rakyatnya. [ir/250826]

 

Posting Komentar

0 Komentar